Tumpeng Tasyakuran Terbaik Kec. Mapia Kab. Dogiyai

Tumpeng Tasyakuran ini dipasarkan oleh  perusahaan yang memiliki motto professional public service CV. GRUBIKu GROUP. Melayani Jual Tumpeng Tasyakuran termurah tercepat terbaik profesional bergaransi ke seluruh daerah.

Nasi tumpeng sering dihidangkan di acara perayaan atau syukuran yang di Indonesia, khususnya di Jawa. Nasi tumpeng adalah bentuk representasi hubungan antara Tuhan dengan manusia dan manusia dengan manusia.

Ada dua jenis nasi :

yang digunakan dalam tumpeng, nasi putih dan nasi kuning. Nasi yang dibentuk kerucut ini menyimbolkan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini selalu mengerucut ke atas, yakni Sang Pencipta. Bentuk kerucut ini juga menyimbolkan rasa syukur, terima kasih dan hormat kepada alam semesta.

Tumpeng Tasyakuran

Tumpeng yang berbentuk kerucut melambangkan gunung. Di Pulau Jawa sendiri ada banyak sekali gunung berapi. Mengingat masyarakat Jawa juga memuliakan gunung, maka dengan membuat tumpeng diharapkan akan ada lebih banyak kemuliaan yang didapatkan ke depannya. Bentuk tumpeng yang kerucut juga melambangkan komunikasi.

Tumpeng merupakan bagian penting dalam perayaan kenduri tradisional. Karena memiliki nilai rasa syukur dan perayaan, hingga kini tumpeng sering kali berfungsi menjadi kue ulang tahun dalam perayaan pesta ulang tahun.

Misalnya ikan asin artinya gotong royong, telur rebus artinya tekad yang bulat. Sedangkan kehidupan manusia digambarkan dengan nasi itu sendiri. Lebih detail bahkan warna nasi tumpeng punya makna berbeda. Jika warnanya putih, melambangkan kesucian, nah sedangkan warna kuning mengartikan kekayaan dan moral yang luhur.

Tumpeng atau biasa kita kenal dengan sebutan buceng adalah olahan nasi yang berbentuk kerucut menyerupai gunung lengkap dengan lauk pauk di sekelilingnya. Dalam budaya Jawa, tumpeng atau buceng biasa kita temui sebagai sesaji (sajian utama) dalam acara-acara syukuran, kenduri, selamatan ataupun upacara-upacara adat tertentu seperti peringatan 1 Muharam atau Satu Suro.

Penyajiannya pun bervariasi. Nasi yang digunakan bisa menggunakan nasi putih biasa, nasi gurih, ketan ataupun nasi kuning. Secara umum, sajian nasi tumpeng diidentikkan dengan olahan nasi kuning berbentuk kerucut dengan nasi putih di atasnya serta disajikan di atas tampah (wadah bundar tradisional dari anyaman bambu) dan dialasi daun pisang.

Dikutip dari tandapagar.com, berdasarkan sejarah asalnya, nasi tumpeng dibuat untuk memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para hyang atau arwah leluhur (nenek moyang). Kepercayaan ini bergeser saat masyarakat dipengaruhi budaya Hindu. Nasi tumpeng dibuat kerucut untuk meniru bentuk gunung suci Mahameru, tempat bersemayam dewa-dewi.

Pada saat Islam masuk ke Nusantara, budaya nasi tumpeng ini kemudian diadopsi dan dikaitkan dengan filosofi Islam Jawa. Tumpeng merupakan akronim dalam bahasa Jawa, yakni “yen metu kudu sing mempeng” (kalau keluar harus sungguh-sungguh). Sedangkan buceng sendiri merupakan singkatan dari “nyebuto sing kenceng” (giat berdoa dan ingat kepada Yang Maha Kuasa).

Menurut cerita dari para sesepuh, tumpeng dan buceng merupakan sesaji dalam tradisi orang Jawa yang penuh dengan kandungan nilai moral dan filosofi hidup. Pada setiap bagian dari piranti-pirantinya, tumpeng dan buceng memiliki makna sebagai perwujudan rasa syukur dan ungkapan terima kasih kepada sang pencipta.

Angka 7 atau dalam bahasa Jawa berarti pitu dan dimaknai sebagai pitulungan (pertolongan).

1.Nasi

yang diberbentuk kerucut dimaknai sebagai simbol untuk selalu berserah diri kepada Tuhan serta menaruh harapan agar selau hidup sejahtera. Selain makna dibalik akronim buceng dan tumpeng, bentuk kerucut dan nasi kuning dengan nasi putih dibagian atasnya. Warna kuning melambakan rasa wening (kekhusyukan) sedangkan warna putih hati yang putih bersih dalam berdoa.

2.Ayam Ingkung

Ayam, dimasak utuh ingkung dengan bumbu kuning/kunir dan diberi areh (kaldu santan yang kental) yang menjadi simbol menyembah Tuhan dengan khusuk (manekung) dengan hati yang tenang (wening). Di mana ketenangan hati dicapai dengan mengendalikan diri dan sabar (nge”reh” rasa).

Dalam penyembelihannya , pemilihan ayam jago juga mempunyai makna menghindari sifat-sifat buruk ayam jago, antara lain: sombong, congkak, kalau berbicara selalu menyela dan merasa tahu/menang/benar sendiri (berkokok), tidak setia dan tidak perhatian kepada anak istri.

3.Ikan Lele

Zaman dahulu ikan yang disajikan Ikan Lele. Ikan lele memiliki makna ketabahan, keuletan dalam hidup dan sanggup hidup dalam situasi ekonomi yang paling bawah sekalipun. Karakter ikan lele sendiri adalah tahan hidup di air yang tidak mengalir dan di dasar sungai.

4.Ikan Teri

Ikan Teri umumnya digoreng dengan tepung atau tanpa tepung. Ikan Teri dan Ikan Pethek hidup di laut dan selalu bergerombol sehingga memberi makna kebersamaan dan kerukunan.

Ikan ini menjadi simbol dari ketabahan, keuletan dalam hidup dan sanggup hidup dalam situasi ekonomi yang paling bawah sekalipun. Lauk lain yang disajikan adalah ikan teri. Ikan ini biasanya digoreng dengan atau tanpa tepung. Ikan teri selalu hidup bergerombol. Filosofi yang dapat diambil, sebagai contoh dari kebersamaan dan kerukunan.

5.Telur Rebus

Nasi tumpeng dilengkapi dengan telur rebus utuh. Telur direbus pindang, bukan didadar atau mata sapi, dan disajikan utuh dengan kulitnya, jadi tidak dipotong sehingga untuk memakannya harus dikupas terlebih dahulu.

Piwulang jawa mengajarkan “Tata, Titi, Titis dan Tatas”, yang berarti etos kerja yang baik adalah kerja yang terencana, teliti, tepat perhitungan,dan diselesaikan dengan tuntas.

Telur juga menjadi simbol jika manusia diciptakan dengan fitrah yang sama. Yang membedakan nantinya hanyalah ketakwaan dan tingkah lakunya.

6.Sayur Urap

Pelengkap lainnya adalah sayur urap. Sayuran yang digunakan antara lain kangkung, bayam, kacang panjang, taoge, kluwih dengan bumbu sambal parutan kelapa atau urap dan lain-lain. Seperti halnya pelengkap lainnya, sayur-sayuran ini juga mengandung simbol-simbol penting, antara lain:

– Kangkung berarti jinangkung yang berarti melindung,

– Bayam (bayem) berarti ayem tentrem,

-Taoge/cambah yang berarti tumbuh,

-Kacang panjang berarti pemikiran yang jauh ke depan,

-Bawang merah melambangkan mempertimbangkan segala sesuatu dengan matang baik buruknya,

-Cabe merah diujung tumpeng merupakan symbol dilah/api yang meberikan penerangan/tauladan yang bermanfaat bagi orang lain,

-Kluwih berarti linuwih atau mempunyai kelebihan dibanding lainnya, dan

-Bumbu urap berarti urip/hidup atau mampu menghidupi (menafkahi) keluarga.

7.Sambal Goreng

Sambel Goreng biasanya terbuat dari tahu, kentang dan tempe dan Sambel goreng tumis dengan bumbu. Bahan-bahan yang dirajang menjadi potongan-potongan  kecil bermakna gotong royong dan guyup rukun dalam bermasyarakat

Link Kami :

http://tumpengtasyakuran.sbflashart.com/

https://pintukayujati.sbflashart.com/

http://jasapembuatansumurbor.sbflashart.com/

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.